Tim Gabungan untuk Siapa?

ceritawarga.com

Maksud hati mempercepat penuntasan kasus, apa daya belum bekerja tudingan yang dituai. Begitulah nasib Tim Gabungan Penuntasan kasus Penyerangan Novel Baswedan . Waktu yang tak tepat membuat pembentukan tim ini seolah hanya demi menyambut debat perdana pasangan capres yang menguntungkan petahana. Maklum salah satu temanya tentang korupsi.

Meski Joko Widodo  dan Mabes Polri membantah, tetap saja pembentukan tim terkesan tak serius. Ini masih ditambah komposisi tim yang mayoritas diisi personil polisi. Dari 65 orang, hanya enam dari KPK  dan tujuh dari unsur pakar. Selain itu, tim dibentuk Kapolri dan   bekerja hingga usai pemilu.

Jauh hari sejak kasus penyerangan penyidik senior terjadi pada hampir 2 tahun lalu, para pegiat HAM dan korupsi sudah mendesakkan dibentuknya tim gabungan. Tim independen yang dibentuk langsung oleh Presiden. Ini lantaran polisi tak kunjung menuntaskan kasus yang menyebabkan mata Novel nyaris buta.

Jadi, bagaimana publik sudi percaya tim gabungan ini bakal cakap mengungkap kasus? Jawabannya bisa datang dari Presiden Jokowi yang merevisi tim atau tim gabungan menunjukkan taring dengan tempo yang sesingkat-singkatnya tuntas menyelesaikan kasus. Demi keadilan untuk penyidik senior KPK, Novel Baswedan. 

sumber : kbr.id