Tradisi Kenduri Blang, Budaya Aceh Sebelum Turun Sawah

ceritawarga.com

MASYARAKAT Aceh memiliki kekayaan adat budaya yang menjadi kearifan lokal. Kenduri Blang (Kenduri Turun Sawah_red) merupakan salah satunya. Kenduri Blang merupakan tradisi masyarakat Aceh sebelum musim tanam kembali. Kenduri Blang merupakan kearifan lokal masyarakat Aceh yang masih dipertahankankan sampai saat ini.

Semua warga yang mempunyai sawah dan hendak menanam padi, terlebih dahulu berpartisipasi untuk menyukseskan Kenduri Blang yang dilaksanakan pemerintah desa. Salah satu desa yang masih melestarikan adat dan budaya Kenduri Blang adalah Desa (Gampong_red) Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Baca juga Cerita Strategi Adaptasi Warga Paya Rabo Lhok dan Blang Reuling Dalam Menghadapi Banjir Bandang

Pada Kamis 4 Juni 2020, warga Desa (Gampong_red) Paya Rabo Lhok melaksanakan Kenduri Blang. Warga yang mempunyai sawah beramai-ramai datang ke tempat pelaksanaan Kenduri Blang, baik laki-laki maupun perempuan. Pelaksanaan Kenduri Blang di Paya Rabo dilaksanakan di halaman Masjid, desa setempat.

Warga begitu antusias datang pada pagi hari dengan membawa peralatan untuk memasak. Warga juga membawa ayam sebagai menu utama pada acara Kenduri Blang yang telah dilaksanakan secara turun temurun. Menariknya, Daging ayam sebagai menu utama tidak boleh, selain ayam Kampung. Kala mendekati hari H, warga telah mempersiapkan ayam kampung untuk disembelih pada hari yang telah ditentukan oleh desa.

Pada pelaksanaan Kenduri Blang, warga melaksanakan Doa bersama, dimana warga memohon kepada Allah SWT agar mendapat kemudahan saat bertani. Setelah selesai Doa bersama, pihak desa mengumumkan tanggal turun sawah. Selain itu, desa juga mengumumkan tentang pantang turun sawah dan pelaksanaan gotong royong untuk  pembersihan saluran irigasi.

Baca juga Banjir di Sawang Surut, Warga Bersih-Bersih Rumah

Daging ayam yang telah matang dimasak warga pun diamabil oleh panitia untuk dihidangkan kepada warga yang hadir pada Kenduri Blang. Tradisi itu pun ditutup dengan acara makan bersama. Acara Kenduri Blang juga sebagai penanda, bahwa aktivitas traksaksi sewa menyewa tanah sawah tidak boleh dilakukan.

Tujuan Kenduri Blang sendiri sebagai ajang silaturahmi bagi warga dan ungkapan rasa syukur warga kepada sang pencipta, Allah SWT yang telah memberi rezki bagi hamba Nya. [ ]

Editor : Abdul Halim