Cerita Haru Perjuangan Almarhum Muhammad Zaki, Bermodalkan Rp700 Ribu Menuju Papua

ceritawarga.com
Kredit Foto : Almarhum Muhammad Zaki, S.Pd Saat Mengajari Anak-Anak Papua [Foto/Ist]

CERITAWARGA.COM | Setelah dinyatakan lulus sebagai Guru Penggerak Daerah Terpencil (GPDT) pada Desember 2015, almarhum Muhammad Zaki yang meninggal dunia pada Senin 29 Juni 2020 di RSUD Nabire, Papua menyimpan cerita haru, betapa tidak, dengan modal Rp 700 ribu rupiah, pria kelahiran Cot Kruet, Makmur, Bireuen itu menuju tanah Papua.

“Saat berangkat ke Papua, almarhum hanya bermodalkan uang Rp 700 san,” cerita Rahmat Saputra, yang dikutip media ini, pada Selasa (30/6).

Rahmat Saputra merupakan salah seorang teman akbran almarhum Muhammad Zaki salama di Krueng Mane, Aceh Utara. Rahmat mengaku, ia mengenal almarhum sejak tahun 2013 silam, bahkan, ia ikut tinggal bersama almarhum dan ibundanya di Simpang Elak, Krueng Mane.

Baca juga Guru PDT Asal Cot Krut Meninggal Dunia di Papua 

“Meskipun almarhum terlahir dari keluarga kurang mampu, namun almarhum punya cita-cita yang sangat mulia, yaitu mencerdaskan anak-anak Indonesia,” sebut Rahmat.

Kata Rahmat, saat almarhum berangkat menuju Papua, almarhum juga tidak memiliki Hand Phone untuk dokumentasi dan laptop untuk keperluan membuat laporan kegiatan, sehingga dirinya meminjamkan laptop dan Hand Phone untuk almarhum.

“Sebelum almarhum berangkat ke Papua,  almarhum mengajar di SMP N 5 Sawang sekaligus sebagai operator skolah. Karena banguan almarhum, saya mendapatkan pekerjaan yang sama di Kecamatan Sawang,” kenang Rahmat Saputra.

Lebih jauh, Rahmat menjelaskan, sosok almarhum merupakan orang baik  dan mudah bergaul dengan semua orang.

“Almarhum merupakan penggagas Forum Komunikasi Operator Sekolah (FKOS) Kecamatan Sawang. Kata almarhum, forum ini agar memudahkan operator dalam menjalin komunikasi dan menjalin silahturrahmi,” kisah Rahmat Saputra. [ ]