Kreatif, Siswa SMA 1 Sungai Raya Ciptakan Tempat Cuci Tangan dari Kursi Bekas

ceritawarga.com

CERITAWARGA.COM, ACEH TIMUR | Dalam rangka pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan menyambut era new normal dalam pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka pada Senin 13 juli 2020 mendatang, siswa SMA Negeri 1 Sungai Raya Aceh Timur pun tergolong kreatif, dimana siswa pun menciptakan tempat cuci tangan dengan menggunakan bahan dari kursi bekas.

“Ada 12 buah temoat cuci tangan yang sudah dibuat oleh siswa di sekolah yang dipimpinnya. Tempat cuci tangan ini nantinya akan diletakkan di depan kelas dalam rangka pencegahan penularan Covid-19,” kata Kepala SMA Negeri 1 Sungai Raya, Safrida, S.Pd, MS yang dikutip media ini, pada Minggu (12/7).

Baca juga Amsal, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terpilih Sebagai Ketua PB-HIMABIR 

Menurut dia, pembuatan tempat cuci tangan itu pun untuk menyambut era new normal dalam pelaksanaan PBM tatap muka pada 13 juli 2020 mendatang. Kata dia, pihaknya juga melakukan pembagian masker untuk siswa dan wali siswa yang hadir ke sekolah. 

“Sementara untuk wali siswa, masker telah kita bagikan saat mengadakan rapat sosialisasi protokoler menjelang dilaksanakan PBM tatap muka di era new normal,” sebut Safrida.

Menurut dia, pihaknya juga membuat face shield sendiri dari bahan sederhana, semua guru akan menggunakan face shield saat mengajar, karena jika menggunakan masker siswa akan sulit memahami pelajaran karena tidak melihat gerakan mulut sang guru.

Baca juga 4 Gampong di Meulaboh Dilanda Banjir Pasang, Ratusan Rumah Terendam 

“Pada hari pertama sekolah, kita telah meminta tenaga administrasi sekolah yang pandai dalam hal pembuatan face shield untuk masuk ke dalam kelas mengajarkan cara pembuatan face shield kepada siswa, sehingga siswa semua menggunakan face shield saat proses belajar mengajar dan semua bahan dan alat disediakan oleh sekolah,” jelasnya.

Kata dia, pihaknya juga menganjurkan siswa agar sarapan, berwudhu, menggunakan masker, dan membawa bekal, karena kantin tidak diperbolehkan dibuka. [Mah]