Keberadaan Harimau Sumatera di Aceh Tamiang Mulai Meresahkan Warga

ceritawarga.com
Kredit Foto : Manager Riset lembaga KEMPra, Andi Nur Muhammad [Foto/Ist]

CERITAWARGA.COM, ACEH TAMIANG | Keberadaan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan telah meresahkan warga, dimana satwa liar yang dilindungi itu kini sering muncul di perkebunan warga, di wilayah Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.

“Harimau tersebut juga sudah sering memangsa hewan ternak warga, sehingga kondisi ini sangat meresahkan bagi masyarakat yang berada di Kampung Pengidam, Cempaka, dan Serkel,” kata Manager Riset lembaga KEMPra, Andi Nur Muhammad yang dikutip dari waspada.id, pada Senin (5/10).

Menurut Andi Nur Muhammad yang juga penggiat lingkungan di Aceh Tamiang itu menuturkan, sejak tahun 2012 lalu, gajah , harimau dan orangutan sering ditemukan para petualang atau pun pelintas di kawasan tersebut.

Baca Juga : Tuntut Pemasangan Stiker Pada Mobil Dinas, Garang Gelar Aksi Damai di Kantor Dewan dan Bupati 

“Kondisi ini tidak tertutup kemungkinan terjadi karena pembukaan hutan menjadi lahan perkebunan, barulah kelihatan bahwa ada sepecies yang dilindungi dikawasan itu,” sebut Andi Nur Muhammad.

Kata dia, kondisi itu diperparah dengan penguasaan wilayah hutan-hutan, sehingga ruang jelajah satwa yang dilindungi itu kian sempit.

”Wajar saja bila konfik masyarakat dan satwa tidak terhindarkan, semoga warga berhati–hati, karena bangkai yang ditinggalkan, hanya untuk stok makan esok harinya,” sebut Andi.

Baca Juga : 2 Hari Kerja, Disdukcapil Aceh Tamiang Proses 1.630 Akta Kelahiran 

Menurut Andi, berdasarkan informasi diperolehnya warga dari beberapa kampuang di Kecamatan Bandar Pusaka, mereka mengaku merasa was–was dengan munculnya harimau, seperti di seputaran Simpang Tiga menuju Melidi arah PT Sapa tujuan air terjun Sangka Pane.

“Kta warga, di kawasan itu, Harimau juga telah memangsa lembu warga Kampung Cempa. Saran kami selaku pemerhati lingkungan untuk sementara, bagi masyarakat yang berkebun di sekitar kiranya tetap waspada,” pinta Andi.

Karena itu, pihaknya mengharapkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan tem pendukung lainnya segera turun ke lokasi.

Baca Juga : Pemugaran Istana Karang, Pompa Anggok Bakal Dijadikan Sebagai Maskot Aceh Tamiang 

“Kami ada di seputaran lokasi dan siap bekerja sama, ” sebut Andi.

Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) sendiri merupakan salah satu satwa yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Populasi Harimau Sumatra di Aceh saat ini diperkirakan sekitar 200 ekor yang berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan Ulu Masen. [ ]