Suhaimi Dorong Para Pihak Selamatkan DAS Meureudu

ceritawarga.com
Kredit Foto : Suhami Hamid, Pembina Aceh Green Conservation (AGC) Saat Memberikan Sambutan Pada Milad Ke 1 Pijay Gleeh di Lhok Sandeng, Pidie Jaya pada Sabtu 10 Oktober 2020 [Foto/Tarmizi Badai]

CERITAWARGA.COM PIDIE JAYA | Pembina Aceh Green Conservation (AGC), Suhaimi Hamid meminta semua pihak ikut berkontribusi melindungi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureude yang kian terancam, akibat deforestasi dan pembukan lahan pertanian yang tidak ramah lingkungan.

“Kondisi DAS Meureudu tidak dalam kondisi baik, dimana intensitas banjir yang terjadi kian meningkat dan kualitas air juga menurun. Pada tahun ini saja sudah pernah terjadi banjir pada 9 Mei lalu,” kata Suhaimi Hamid yang dikutip media ini, pada Minggu (11/10).

Sebelumnya hal itu disampaikan Suhaimi Hamid pada Milad Pijay Gleeh Ke 1 yang digelar di Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya yang turut dihadiri Wakil Bupati Pidie Jaya, H. Said Mulyadi, SE. M.Si.

Baca Juga : Pijay Gleeh Rayakan Milad Ke 1 

Menurut Suhaimi, pengelolaan Daerah Aliran Sungai harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dari hulu ke hilir, dimana masyarakat dan para pihak yang berada di hulu harus menjaga dan mempertahakan sumber air, sementara para pihak yang berada di hilir harus membantu penyelamatan sumber air di hulu.

“Masyarakat dan private sector yang berada di hilir membantu masyarakat yang berada di hulu, kalau dalam istilah kami, Imbal Jasa Lingkungan (IJL) yang diberikan oleh private sector kepada masyarakat yang berada di hulu,” jelas Suhaimi, yang pernah menerima Piangam Penghargaan dari Menteri LHK, Siti Nurbaya sebagai penggiat Konservasi Sungai tahun 2019 lalu.

Baca Juga : Wabup Pidie Jaya Dukung Wacana Pembentukan Forum DAS Meureudu 

Menurut Ketua Umum Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP) ini, selain Imbal Jasa Lingkungan, pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berada di Pidie Jaya juga perlu memfasilitasi kelompok tani agar mendapatkan Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Perhutanan Sosial (PS) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“KBR, Perhutanan Sosial dan Bang Pesona sangat penting untuk mendorong keterlibatan masyakat dalam rangka melindungi sumber air di hulu DAS Meureudu, semoga teman-teman di Pidie Jaya bisa memfasiltasinya, kita juga punya perwakilan disini,” sebut Suhaimi.

Suhaimi kembali mengingatkan, gagasan pembentukan Forum Daerah Aliran Sungai Krueng Meureudu yang pernah di bahas bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya beberapa waktu lalu agar segera ditindak lanjuti, sehingga kerja-kerja pengelolaan DAS Meureudu secara terpadu dan berkelanjutan dapat dilakukan secara terorganisir.

“Semoga, BPDASHL Krueng Aceh dapat memfasilitasi pembentukan Fordas Meureudu,” harap Suhaimi Hamid. [ ]