Ibunda Rangga, Korban Pemerkosaan di Aceh Timur Kembali Dirawat

ceritawarga.com

CERITAWARGA.COM, ACEH TIMUR | Ibunda almarhum Rangga berinisal DN (28), korban pemerkosaan di salah satu desa di Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur kembali harus dirawat di Rumah Sakit (RS), karena bekas tebasan parang di tangan kanan korba belum sembuh total.

“DN sudah dibawa lagi ke RS Cut Meutia Langsa didampingi suaminya (AY) dan pihak PPA, karena luka di tangannya DN kambuh lagi, dikhawatirkan tetanus, sehingga harus dirawat di RS," kata Marzuki (45), abang ipar korban kepada wartawan pada, Sabtu (17/10).

Baca Juga : Bocah Korban Pembunuhan di Aceh Timur Ditemukan 

Sementara dirinya bersama keluarga dan warga lainnya, sedang sibuk mempersiapkan doa dan sekaligus kenduri pada malam ke-7 almarhum Rangga yang meninggal dunia setelah ditebas pelaku pada malam naas tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Rangga, bocah 9 tahun, korban pembunuhan pada kasus pemerkosaan ibu muda, sebut saya Bunga (28) disalah satu desa di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur berhasil ditemukan pada Minggu (11/10) sore.

Baca Juga : Kohati Badko HMI Aceh : Jika Ingin Kasus Rangga Yang Terakhir, Segera Lahirkan Payung Hukum 

Korban ditemukan di sungai yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Terdapat sejumlah luka di tubuh korban, baik di leher, bahu dan tangan.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto, SH., SIK, melalui Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto SE MH, kepada wartawan membenarkan telah ditemukan korban pembunuhan pada Minggu sore.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama seluruh tim , akhirnya tim yang terdiri dari Polisi, TNI, SAR dan masyarakat berhasil menemukan jenazah Rangga. Saat ini jenazah korban telah di bawa ke RSUD Langsa,” katanya.

Baca Juga : Fahira Idris, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Minta Pelaku Pembunuh Rangga Dihukum Berat 

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, pelaku berinisial S (36) juga telah diamankan pihak Polisi dan TNI pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 wib.

Saat ditangkap aparat keamanan, pelaku dalam kondisi tidak menggunakan baju. Ia hanya mengenakan celana jeans warna biru dongker dan menenteng senjata tajam, jenis samurai.

Pelaku juga sempat melakukan perlawanan saat ditangkap aparat, sehingga petugas harus melepskan tembakan peringatan.  [ ]