FL2MI

FL2MI Wilayah Aceh Desak Polisi Bebaskan Arwan Syahputra

ceritawarga.com

CERITAWARGA.COM, LHOKSEUMAWE | Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Wilayah Aceh meminta Polres Batubara, Sumatera Utara agar segera membebaskan Arwan Syahputra, mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe yang ditangkap polisi.

“FL2MI Wilayah Aceh mengharapkan kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara dan Bapak Kapolres Batubara agar sudi kiranya membebaskan Arwan Syahputra,” kata Ketua Komisi I Legislasi FL2MI Wilayah Aceh, Bukhari yang dikutip media ini, pada Selasa (26/10).

Menurut dia, Arwan Syahputra harus dibebaskan, karena dia tengah melanjutkan pendidikan Strata Satu (S-1) di Unimal Lhokseumawe.

Baca Juga : Fachrul Razi Ajukan Penangguhan Penahanan Arwan Syahputra 

“Menurut hemat kami, Arwan nantinya dapat dibina oleh Unimal, tempat Arwan mengenyam pendidikan saat ini,” sara Bukhari.

Menurut dia, seharusnya pihak berwajib memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Dasar Nomor 9 Tahun 1998.

“Tentunya kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara dan Bapak Kapolres Batubara, jika Arwan Syahputra dapat dibebaskan,” katanya.

Baca Juga : Rektor Unimal : Kita Upayakan Pembebasan Arwan Syahputra 

Bukhari menjelaskan, demontrasi penolakan UUD Cipta Kerja yang dilaksanakan mahasiswa dan buruh pada 12 Oktober 2020  di depan gedung DPRD Batubara berjalan damai.

“Berdasarkan informasi, demo itu berjalan damai, namun tiba-tiba  ada provokator yang melempar batu ke Gedung DPRD hingga jatuh dan mengenai Kasat Sabhara Polres Batubara hingga berujung ricuh,” katanya.

Kata dia, kericuhan itu menyebabkan sejumlah peserta demo terluka.

Baca Juga : Mahasiswa Unimal Ditangkap, Komite I DPD RI Minta Kapolda Sumut dan Kapolres Batubara Bebaskan Arwan Syahputra 

“Menurut hemat kami, peristiwa tersebut tidak ada alasan untuk dijadikan dasar bagi polisi menjadikan Arwan Syahputra sebagai tersangka, karena Arwan hanya menyampaikan aspirasi dan opini di muka umum dalam bingkai negara demokrasi,” katanya.

Ia menambahakn, hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Karena itu, Arwan Syahputra harus segera dibebaskan, karena tidak bersalah secara konstitusional,” tutup Bukhari. [ ]