Forkomabir Kritik Pemkab Bireuen, Mulai dari SDM Pemuda Hingga Ekonomi Kreatif

ceritawarga.com
Kredit Foto : Ketua Presidium Forkomabir DKI Jakarta, Agusslim [Foto/Ist]

CERITAWARGA.COM, JAKARTA  | Forum Komunikasi Pemuda Mahasiswa Bireuen (Forkomabir) wilayah DKI Jakarta mengkritik Pemerintah Kabupaten Bireuen yang dinilai belum menyelesaikan sejumlah persoalan, terutama soal mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembinaan Kepemudaan.

“Eksekutif dan legislatif Bireuen perlu memperhatikan unsur kepemudaan, kita menilai, selama ini unsur kepemudaan masih kurang mendapat perhatian dari Pemerintahan Kabupaten Bireuen,” kata Ketua Presidium Forkomabir, Agussalim yang dikutip media ini, pada Rabu (25/11).

Kata Agsal, sapaan akrab Agussalim, keberadaan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Bireuen sangat memprihatinkan. Menurut Agsal, Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak mampu mewujudkan visi misi daerah, bila tidak melibatkan dan bersinergi dengan unsur kepemudaan.

Baca Juga : Refleksi 14 Tahun Pendamaian : Mahasiswa Aceh di Jakarta Gelar Dialog Publik

“Padahal, untuk mewujudkan visi misi daerah, alangkah baiknya Pemkab Bireuen bersinergi dengan lembaga kepemudaan yang telah lama ada dan masih berperan aktif sampai hari ini,” kata Agsal, salah seorang pemuda asal Gandapura yang kini berdomisili di Jakarta.

Agsal menjelaskan, salah satu misi pemerintah daerah hari ini adalah menata dan mengembangkan potensi pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata untuk membangun masyarakat Bireuen yang berkualitas dan berdaya saing serta meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat.

“Itu salah satu point misi pemerintah daerah hari ini, nah, untuk mencapai misi tersebut dimulai dari pengembangan sistem informasi dan database potensi-potensi yang dimiliki oleh pemuda Bireuen dari segala bidang, diantaranya pada potensi olah raga, seni budaya, serta pada bidang keagamaan,” tutur Agsal.

Baca Juga : Berencana Kembangkan Wisata Arung Jeram, Disporapar Bireuen Survey Lokasi

Setelah itu, sambung Agsal, dilanjutkan dengan upaya pembinaan dan pengembangan potensi pemuda, olah raga dan pariwisata pada Kabupaten Bireuen yang dilakukan, tidak hanya pada aspek penyediaan sarana prasarana pendukung, namun juga termasuk pada penataan regulasi terkait, pembinaan sumberdaya manusia pemuda dan masyarakat pada kawasan pariwisata.

“Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bireuen pernah menggelar temu ramah dengan pemuda dan sepakat untuk pemberdayaan kelompok kepemudaan dan akan segera merealisasikan janjinya,” kata Agsal mengingatkan.

Agsal mempertanyakan komitmen pemerintah, terkait dengan janji Pemkab Bireuen pada saat pertemuan dengan segenap kumpulan anak muda di Bireuen beberapa waktu lalu tentang rencana penyediaan gedung pemuda.

“Soal gedung kepemudaan, sampai hari ini masih belum ada tindak lanjut, kita menilai pemerintah juga kurang seriusan terhadap pengembangan potensi generasi muda,” sesal Agsal.

Baca Juga : 2 Mahasiswa Umuslim Akan Bertolak Ke Jepang

Mantan Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen itu pun sangat menyayangkan kondisi Bireuen hari ini. Menurut dia seluruh kreativitas pemuda saat ini kurang mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Padahal, banyak pemuda yang berkontribusi terhadap pembangunan, namun kurang mendapat perhatian, mereka punya kemampuan di bidang seni budaya, olahraga, dan berbagai keahlian lainnya, namun tidak dimanfaatkan dan diberdayakan dengan baik oleh pemerintah daerah,” sesal Agsal.

Agsal berpendapat, bila kondisi tersebut terus dibiarkan, maka visi misi pemerintah daerah saat ini hanya sebagai tulisan dalam lembaran visi misi semata, tanpa adanya makna dan perubahan yang diharapkan.

“Pada tahun 2017 silam, Kabupaten Bireuen telah ditetapkan sebagai salah satu kota Kreatif di Indonesia yang berlangsung di hotel The Pade Banda Aceh oleh Deputi Infrastruktur Banda Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang sekarang ini telah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bireuen saat itu, bagaimana implementasinya hari ini ?,” tanya Agsal. [ ]

Editor : Abdul Halim