Ini 3 Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021

ceritawarga.com
Kredit Foto : Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar [Foto/Ist]

CERITAWARGA.com, JAKARTA | Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan penggunaan Dana Desa pada tahun 2021 difokuskan pada tiga prioritas.

“Prioritas pertama adalah pemulihan ekonomi nasional, dimana Dana Desa dapat digunakan untuk membentuk, mengembangkan, dan merevitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun BUMDes Bersama,” kata Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar yang dikutip dari setkab.go.id, pada Sabtu (2/1/2021).

Menurut dia, nanti BUMDes akan menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi di desa, apalagi sudah berbadan hukum.

Baca Juga : Loram Wetan, Objek Percontohan Desa Cerdas di Indonesia

“Dalam upaya pemulihan ekonomi, kita juga akan fokus pada penyediaan listrik desa, karena banyak desa yang belum mendapatkan listrik, utamanya di daerah Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” sebut Mendes Abdul Halim.

Selain itu, sambung dia, pengembangan usaha ekonomi produktif, utamanya yang dikelola oleh BUMDes dan BUMDesma.

“Fokus kedua, pelaksanaan program prioritas nasional, berupa pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya, dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi,” jelas Mendes PDTT.

Baca Juga : Kambuk Gelar Perlombaan Bayi dan Balita Sehat

Mendes PDTT menginginkan, ada percepatan di bidang digitalisasi ekonomi supaya produk unggulan desa dapat diekspos dan terkoneksi dengan offtaker, dan desa mendapat fasilitas penjualan secara daring.

“Masih pada program prioritas nasional, ada juga mengembangkan desa wisata, desa inklusi, dan penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di desa,” imbuhnya.

Fokus ketiga, kata Mendes PDTT, adaptasi kebiasaan baru atau desa aman COVID-19.

Baca Juga : Desa Wisata Gunung Sembilan Diresmikan

Selain menyampaikan prioritas penggunaan Dana Desa, Abdul Halim Iskandar juga mengungkapkan tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Dana Desa.

“Pertama, harus sesuai dengan kewenangan desa. Kedua, dikerjakan secara swakelola, tidak boleh dana desa dipihak-ketigakan. Ketiga, harus dikerjakan dengan metode Padat Karya Tunai Desa (PKTD), baik infrastruktur produktif maupun ekonomi produktif,” pesan Mendes PDTT Abdul Halim.

Baca Juga : Mendes PDTT Beri Perhatian Kepada 10 Ribu Desa yang Masih Tertinggal

Kata dia, infrastruktur produktif dapat dilakukan oleh pemerintah desa.

“Tapi kalau sudah bicara ekonomi produktif, maka PKTD hanya boleh dilakukan oleh BUMDes,” pungkasnya. [ ]