Partai Demokrat Pidie Nyatakan Solid Dibawah Kepemimpinan AHY

ceritawarga.com
Kredit Foto : Ketua dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Pidie, Ir. Muhammad Ali, M.Si dan Teuku Syahwal, M.Pd. [Foto/Ist]

CERITAWARGA.com, PIDIE | Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC-PD) Pidie menyatakan solid dan setia di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Pengurus dan kader Partai Demokrat Kabupaten Pidie menyatakan tetap solid dan setia di bawah kepemimpinan Ketum AHY,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Pidie, Ir. Muhammad Ali, M.Si dalam siaran pers bersama Sekretaris PD Pidie, Teuku Syahwal, M.Pd yang diterima media ini, pada Minggu (7/2/2021).

Pernyataan Partai Demokrat Pidie itu menyusul kabar kudeta politik yang tengah dihadapi Partai Demokrat di bibawah kepemimpinan putra Presiden Republik Indonesia Ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga : Partai Demokrat Aceh Tengah Nyatakan Setia Pada AHY

“Pernyatana ini kami sampaikan, karena ada upaya kudeta politik yang dilakukan melalui Hostile Take Over Partai oleh pihak aktor eksternal yang memiliki posisi dan peran strategis dalam lingkaran kekuasaan saat ini,” sebut Muhammad Ali.

Menurut dia, praktik yang dimainkan dalam arena demokrasi yang diduga dimainkan aktor yang memiliki kekuasaan besar, merupakan hal yang sangat tercela bagi masyarakat Indonesia yang sudah menganut kultur demokrasi yang mapan.

Baca Juga : Melalui Program Gernas, Partai Demokrat Bantu 50 Abang Becak di Aceh Jaya

“Demokrasi yang  mapan itu memiliki paduan etika politik yang dipegang kokoh oleh setiap aktor-aktor politik yang terlibat di dalam arena demokrasi sebagai nilai kepatutan bersama,” katanya.

Bila dilihat dari sejarah, kata dia, pola intervensi dan akuisisi partai politik kerap kali dilakukan oleh negara-negara yang memiliki tendensi pelaksanaan sistem otoritarian yang kuat.

Baca Juga : Lagi, 1.490 Siswa Sabang Terima Beasiswa Usulan TRH

“Sikap tegas Ketum AHY dalam hal ini menyurati Bapak Presiden Joko Widodo itu sudah sangat tepat, supaya praktik Hostile Take over partai yang dilakukan oleh oknum penguasa tidak mencoreng nama baik Presiden dan Demokrasi politik di Republik Indonesia,” pungkasnya. [ ]