Ketum SDN Berharap, SDGs Bisa Menjawab Persoalan Desa

ceritawarga.com
Kredit Foto : Ketua Umum Sahabat Desa Nusantar (SDN), Ahmad Yani Budi Santoso. [Foto/ Ist]

CERITAWARGA.com, JAKARTA | Komitmen terhadap implementasi pembangunan berkelanjutan desa (Sustainable Development Goals/SDGs Desa) menjadi tantangan bukan hanya bagi pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang peduli dengan desa.

“Keberhasilan SDGs tidak dapat dilepaskan dari peranan penting sinergisitas pemerintah, masyarakat, hingga swasta (perusahaan),” kata Ketua Umum Sahabat Desa Nusantar (SDN), Ahmad Yani Budi Santoso yang dikutip media ini dari situs resmi sahabatdesanusantara.com, pada Kamis (11/2/2021).

Sebelumnya, hal itu disampaikan Ahmad Yani Budi Santoso dalam Bincang Sore ‘Karsa Desa’ perdana yang diselenggarakan secara virtual oleh Sahabat Desa Nusantara (SDN) bekerjasama dengan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) pada Jumat 5 Februari 202 lalu.

Baca Juga : Loram Wetan, Objek Percontohan Desa Cerdas di Indonesia

Menurut dia, pihak swasta (perusahaan) harus berpartisipasi dan memberikan kontribusi terbaik guna mendukung implementasi SDGs Desa yang dimulai pada tahun 2021 hingga tahun 2030, melaui optimalisasi CSR perusahaannya.

“Dimana pada tahun 2021 ini, sebagai upaya mengatasi dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), maka ada 10 prioritas utama dalam implementasinya,” katanya.

Kata dia, 10 prioritas utama tersebut terdiri dari Desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa kelaparan, Desa sehat sejahtera, Keterlibatan perempuan desa, Desa berenergi bersih dan terbarukan, Pertumbuhan ekonomi desa merata, Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, Desa damai berkeadilan, Kemitraan untuk pembangunan desa, dan Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Baca Juga : Mendes PDTT Beri Perhatian Kepada 10 Ribu Desa yang Masih Tertinggal

Sementara itu, Direktur Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), Iwan Setiyoko menambahkan, setiap desa memiliki peluang yang sama untuk berdaya, karena setiap desa diberikan kewenangan yang sama.

“Saat ini desa punya kewenangan berdasarkan azas rekognisi (pengakuan terhadap eksistensinya) dan Subsidiaritas (kewenangan skala lokal untuk mengatur dirinya sendiri), serta setiap desa tanpa kecuali memiliki potensi dan sumber daya yang sangat potensial untuk dikelola (seperti bentang alam, aset sosial, dan lain sebagainya),” kata Iwan.

Menurut dia, maju tidaknya sebuah desa sangat tergantung pada pengelolaan dan pemanfaatan potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing desa secara maksimal untuk mendukung pencapaian SDGs Desa.

“Saat ini, SDN dan YSKK telah menyiapkan strategi khusus untuk memfasilitasi ribuan desa yang telah menjadi dampingan agar bisa mengenali dan mengembangkan potensi lokal desa yang dimiliki, sehingga dapat berdampak pada keberdayaan desa dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga : Mendes PDTT Tegaskan, Dana Desa Dapat Digunakan Untuk Apa Saja

Kata dia, SDGs Desa merupakan upaya terpadu untuk mewujudkan percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang diluncurkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada tahun 2021 ini.

“Harapannya, SDGs Desa akan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang dimasukkan dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021, dengan mengacu pada Permendes Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021,” tutup Iwan. [ ]