Mantan Wagub Aceh Raih Penghargaan Inspiring Innovative Professional 2021

ceritawarga.com

CERITAWARGA.com, JAKARTA | Mantan Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012, Muhammad Nazar meraih Penghargaan Inspiring Innovative Professional 2021 yang diberikan oleh Pusat Prestasi Indonesia.

Saat ini, Muhammad Nazar juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai SIRA. Muhammad Nazar mendapatkan penghargaan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai SIRA yang dinilai memiliki spirit aktifis tangguh, memiliki daya tahan luar biasa yang didasari ideologi, ide, konsep dan strategi perubahan serta selalu mempengaruhi dan menarik perhatian publik luas.

Penghargaan Inspiring Innovative Professional 2021 diterima Muhammad Nazar pada Jum’at 19 Februari 2021 di hotel Aston, Jakarta.

“Kehadiran partai lokal (Parlok) di Aceh, termasuk Partai SIRA tidak lahir secara tiba-tiba. Namun ada pengorbanan serius dari rakyat Aceh,” kata Muhammad Nazar yang dikutip media ini, pada Minggu (21/2/2021).

Baca Juga : Refleksi 14 Tahun MoU Helsinki : Masyarakat Harus Mampu Maknai Arti Perdamaian

Menurut Nazar, kehadiran Parlok salah satu bagian dari klausul perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia.

“Pada tahun 1999, ketika sedang persiapan konsep perundingan yang dimediasi Henry Dunant Centre (HDC) di sela-sela kampanye referendum Aceh, SIRA (Sentra Informasi Referendum Aceh) telah mengajukan proposal, harus adanya partai lokal dan pemilu lokal khusus dan itu harus masuk dalam perundingan yang mulai dirintis,” sebut aktivis SIRA itu.

Karena tidak mencapai kata sepakat, sabung bekas Wagub Aceh itu, perundingan tersebut gagal pada tahun 2003 dan berganti dengan darurat militer.

“Tekanan yang begitu berat tak membuat kami putus asa, bahkan dalam keadaan dipenjarakan, saya dan SIRA terlibat dalam memajukan rencana perundingan baru yang lebih kuat,” sebut Nazar.

Baca Juga : Refleksi 14 Tahun Pendamaian : Mahasiswa Aceh di Jakarta Gelar Dialog Publik

Kata Nazar, perjuang tersebut menjadi fakta, setelah Crisic Management Initiatibe (CMI) menggantikan peran HDC melanjutkan proses mediasi perundingan antara GAM dengan RI.

“Selama proses perundingan itu, SIRA secara khsusus ikut memasukkan beberapa tuntutan, termasuk referendum dan harus adanya partai lokal di Aceh, perhitungan ulang hasil alam Aceh yang dieksplotasi negara selama puluhan tahun dan harus dikembalikan sebahagian besar ke Aceh,” katanya.

Selain itu, sambung dia, jaminan pelaksanaan hak-hak sipil dan politik sesuai kovenan internasional PBB serta sejumlah usulan lainnya yang disampaikan ke pimpinan GAM, RI dan CMI.

“Perundingan akhirnya ditandangani dengan sejumlah kesepakatan termasuk diperbolehkan adanya parlok khususnya di Aceh hingga dana Otsus dan pembagian hasil alam,” jelas Nazar.

Khusus terkait parlok, Nazar menyatakan, bahwa kehadiran partai-partai politik, baik lokal maupun nasional di Aceh tidak boleh membebani, memberatkan dan merugikan rakyat.

“Jika suatu partai baik karena pengaruh pimpinannya atau karena visi-misi serta programnya menyulitkan rakyat, maka prinsip dan tujuan demokrasi otomatis terlanggar,” sebut dia.

Kata dia, sadar atau tidak, diakui atau tidak, bahwa tidak sedikit elit dan kader partai di daerah maupun nasional begitu sering membuat kerumitan terhadap pencapaian hak-hak rakyat dan menghambat pembangunan.

“Ketika menjadi penguasa, yang muncul dominan adalah keinginan monopoli dan pembatasan kekuasaan. Ini berbahaya dan itu jadi berbeda dengan prinsip demokrasi dan jargon kampanye,” kata dia.

Ia menambahkan, keberadaan partai lokal maupun nasional tidak boleh merugikan rakyat. Kata dia, setiap partai harus sadar diri bahwa mereka berasal dari rakyat, untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

“Partai juga harus tampil serius menghilangkan penyimpangan-penyimpangan dalam pembangunan, sehingga kehadiran partai dirasakan manfaat oleh rakyat. Partai politik sebagai bahagian dari politik demokrasi tidak boleh eklusif sama sekali,” kata dia.

Jika eklusif, sambung Nazar, maka filosofi politik demokrasi kehilangan makna dan tak ada beda dari kekuasaan warisan atau kekuasaan yang dibatasi secara eklusif.

Penghargaan Inspiring Innovative Professional 2021yang diberikan kepada Ketua Umum Partai SIRA, Muhammad Nazar juga karena dianggap sangat tangguh menghadapi kondisi di Aceh dan tak pernah menyerah meskipun pernah mengalami kekerasan dan intimidasi saat pemilu 2009.

Kemudian dari sisi pemikiran inspiratif, ide inovatif dan berani juga ikut dinilai dari sejumlah pernyataan, tulisan dan aksi Muhammad Nazar sebagai ketua partai, aktivis, sewaktu menjadi wagub maupun sebagai tokoh masyarakat.

Selain Muhammad Nazar dari Aceh yang mendapat Inspiring Innovative Professional 2021, ada 35 tokoh/lembaga yang mendapat penghargaan serupa dengan berbagai katagori dari Pusat Prestasi Indonesia bekerjasama dengan Majalah Penghargaan dan lembaga Penghargaan Indonesia.

Ratusan lembaga maupun pribadi, mulai dari lembaga keuangan, perbankan dan dunia usaha hingga organisasi dan tokoh sosial politik dinominasikan.

Dari ratusan yang dinilai itu dari berbagai sisi mulai ide, karakter, inovasi hingga aksi, keberanian dan ketangguhan dalam dunianya masing-masing terpilih 35 lembaga dan tokoh yang dinilai berpengaruh ditingkat nasional.  [ ]