Suhaimi Hamid : Persoalan Sampah Tanggungjawab Bersama

ceritawarga.com
Kredit Foto : Suasana Sosialisasi Pengelolaan Sampah Terintegasi dan Penyerahan Tong Sampah Kepada Gampong Blang Asan, Kecamatan Peusangan, Bireuen, pada Sabtu (27/2/2021).

CERITAWARGA.com, BIREUEN | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Suhaimi Hamid, S.Sos.,M.SP mengatakan, persoalan sampah yang ada saat ini merupakan tanggungjawab bersama.

“Persoalan sampah yang ada hari ini merupakan tanggungjawab bersama, maka persoalan ini juga harus kita selesaikan secara bersama-sama,” kata Wakil Ketua DPRK Bireuen, Suhaimi Hamid, S.Sos., M.SP pada sosialisasi pengelolaan sampah terintegrasi dan penyerahan tong sampah kepada Desa Blang Asan, Kecamatan Peusangan, pada Sabtu (27/2/2021) sore di meunasah setempat.

Blang Asan merupakan salah satu desa binaan Komunitas Bireuen Gleeh (KBG), komunitas bentukan Yayasan Aceh Green Conservation.

Suhaimi Hamid berpesan, agar masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dari sampah.

Baca Juga : Di Mojokerto, Menteri LHK Berikan Solusi Persoalan Sampah Desa Bangun

“Mari sama-sama kita menjaga lingkungan kita dari sampah, karena sampah merupakan tanggungjawab bersama,” sebut Suhaimi.

Selain itu, sambung Suhaimi, untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Bireuen, pihaknya memulai dari desa, dimana desa harus berpartisipasi mengelola sampah secara mandiri.

“Kita juga perlu mengubah cara pandag kita terhadap sampah, dimana bila sebelumnya sampah kita anggap sebagai sumber penyakit, maka mulai saat ini, sampah harus kita lihat sebagai sumber ekonomi,” sebut Suhaimi yang juga pembina Yayasan AGC.

Baca Juga : Sukses Story Pengelolaan Sampah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Di Aliran Sungai

Sementara itu, nara sumber dari KBG, Abdul Halim menjelaskan, konsep Pengelolaan Sampah Terintegrasi (PST) merupakan konsep yang dilahirkan secara bersama-sama, untuk mejawab persoalan sampah di Kabupaten Bireuen.

“Konsep ini lahir untuk menjawab persoalan sampah yang terjadi dengan cara mengintegrasikan pengelolaan sampah yang terdiri dari pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan private sector,” sebut Halim.

Kata Halim, untuk  menjawab persoalan sampah, maka desa harus mengelola sampah secara mandiri, mulai dari rumah tangga, mobilisasi, dan pengelolaan di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Sampah yang dibuang ke TPA adalah sisa-sisa yang tidak bisa didaur ulang dan digunakan kembali,” sebut Halim.

Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas LHK Bireuen, Safrizal, ST menambahkan, untuk menyelesiakan persoalan sampah, maka masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam rangka mengelola sampah mulai dari rumah tangga.

Baca Juga : HPSN 2021, Sampah Sebagai Bahan Baku Ekonomi

“Untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, maka perlu dilakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, untuk tahap awal, pemilahan dapat dilakukan dengan katagoring sampah organik, anorganik dan botol,” sebut Safrizal.

Kata dia, pengelolaan sampah tingkat desa harus mendapat dukungan semua pihak, sehingga sampah dapat dikelola oleh masyarakat desa.

“Bila pengelolaan sampah di Desa Blang Asan berjalan lancar, maka kami akan mencoba mengakses pembangunan TPS3R dari Kementerian PUPR kepada Desa Blang Asan,” sebut Safrizal.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Ketua Komunitas Bireuen Gleeh (KBG), Tarmizi Badai. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Bireuen dan TP-PKK Desa Blang Asan serta masyarakat. [ ]