BB Narkotika Dimusnahkan di Bireuen

ceritawarga.com

CERITAWARGA.com, BIREUEN | Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Bireuen memusnahkan Barang Bukti (BB) Narkotika jenis Sabu dan Ganja, pada Senin 12 April 2021 kemarin di Pendopo Bupati Bireuen.

Pemusnahan Sabu seberat 8.836,18 gram dengan cara diblender, setelah dicampur dengan alkohol, sementara 51.527,44 gram Ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.

Barang bukti kasus narkotika jenis sabu dan ganja yang dimusnahkan tersebut merupakan BB dari pengungkapan kasus yang dilakukan Satuan Resnarkoba Polres Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SIK MSi kepada wartawan mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari tangan 14 tersangka, baik pemilik dan pengedar.

Baca Juga : Ungkap Kasus Narkoba, Polres Lhokseumawe Amankan 125 Gram Sabu

“Polres Bireuen sangat berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba,  sebelumnya kita juga telah berhasil mengungkap kasus Sabu sebanyak 352 Kg,” katanya.

Menurut dia, pihaknya berkomitmen memberantas narkotika.

“Kita mengharapkan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2021 ini, masyarakat dan anak-anak generasi emas di Bireuen bisa melaksanakan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk," tutur Taufik Hidayat.

Taufik menuturkan, masih banyak pelaku yang terlibat narkotika dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kita terus mengawasi secara ketat kawasan tepi pantai, mulai dari wilayah barat di Samalanga, dan timur Gandapura, sehingga jalur untuk masuknya narkoba semakin sempit,” sebut AKBP Taufik.

Baca Juga : Bawa Sabu 1,3 Kg, 2 Wanita Asal Bireuen Ditangkap di Kualanamu

Sementara itu, Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH M.Si menyebutkan, pemberantasan narkotika, terutama sabu adalah hal yang urgen untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.

"Pembrantasan narkoba sabanga penting,  seperti kata Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, dalam rangka menyelamatkan generasi emas Indonesia dari bahaya narkoba, di Aceh dan Bireuen khususnya," sebut Bupati Muzakkar.

Bireuen saat ini, kata Muzakkar, seolah-olah sudah menjadi tempat atau ladang bagi orang yang tidak bertanggung jawab, dijadikan sebagai tempat awal transaksi narkoba.

“Setiap ada penangkapan, selalu ada orang Bireuen, baik laki-laki maupun perempuan yang diamankan petugas,” sebut Bupati Muzakkar. [ ]