Konsep Baru Demokrasi di Desa Dalam Rangka Reorientasi Arah Baru Pembangunan Desa

ceritawarga.com
Krdit Foto : Ahmad Yani Budi Santoso, Sekretaris DKN Garda Bangsa, Bidang Otonomi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. [Foto/Ist]

KITA sering melihat masih banyak terjadi ketimpangan dan kesenjangan di desa. dengan adanya Dana Desa, ADD, PADes dan sumber dana lainnya, diharapkan desa mampu mengalokasikan dan mendistribusikan anggaran secara adil dan merata kepada masyarakat desa baik dalam bentuk penyelenggaraan pemerintahan (pelayanan), pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, maupun pemberdayaan masyarakat.

Sehingga jargon "No one left behind" benar-benar terasa di masyarakat, dimana tidak ada satupun masyarakat yg tidak merasakan dampak dari Dana Desa.

Baca Juga : Ketum SDN Nilai, Capaian Kinerja Mendes PDTT Sangat Baik

Dalam konteks SDGs  “no one left behind” menunjuk pada kewajiban desa untuk memastikan bahwa tak ada satupun warganya yang tertinggal, terlupakan atau terpinggirkan dari hak-haknya sebagai warga desa.

No One Left Behind adalah satu konsep dalam pembangunan tidak boleh ada yang terlewatkan, semuanya harus tertangani dan tercover dengan kebijakan pembangunan yang dibangun.

Baca Juga : DKN Garda Bangsa Bantu Korban Gempa Bumi di Jawa Timur

 Gus AMI dalam bukunya mengatakan : Demokrasi bukan sekedar "equal opportunities" tetapi juga harus berkaitan dgn alokasi dan distribusi ekonomi secara adil.

Demokrasi harus berkorelasi positif dgn pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan kesejahteraan. Disitulah demokrasi akan memiliki makna kemanusiaan.

 

Negara dan Politik Kesejahteraan

Pemuda desa sebagai agen of change di desa diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat desa.

Oleh karena itu pemerintah desa diharapkan mampu memahami pentingnya peran pemuda dalam pembangunan desa.

Sebagai contoh, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ponggok mampu menghasilan dana sebanyak Rp10 miliar setiap tahunnya, bahkan angka ini terus merangkak naik. Dana itu belum termasuk tunjangan dana desa dari pemerintah pusat.

Dana yang sedemikian besar dikembangkan kembali dalam program pembangunan desa, mulai dari pembangunan infrastuktur fisik dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu program desa adalah satu rumah satu sarjana. Program ini membuat saya tertegun. Itu artinya perangkat desa memahami betapa pentingnya peran pemuda dalam pembangunan desa.

Baca Juga : Sukses Story Pengelolaan Sampah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Di Aliran Sungai

Hal ini juga sesuai amanat Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa bahwa Karang Taruna bertugas membantu Kepala Desa dalam menanggulangi masalah kesejahteraan sosial dan pengembangan GENERASI MUDA.

Setidaknya ada dua peran penting millenial dalam membangun desa. Pertama, peran dalam menginisiasi, menggali, serta mengembangkan potensi desa. Dalam hal ini pemuda Ponggok mampu menggali potensi Umbul Ponggok untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk desa.

Kedua, peran pemuda dalam sistem komikasi dan jaringan kelompok pemuda. Pembuatan portal resmi desa serta baliho sebagai media informasi pengeluaran dana desa merupakan salah satu contoh pengoptimalan sistem komunikasi dan jaringan untuk mengawal transparansi desa. [ ]