Ahmad Yani Budi Santoso : Peran Pemuda Sangat Penting Dalam Pembangunan Desa

ceritawarga.com

CERITAWARGA.com, JAKARTA | Sekretaris Dewan Koordinator Nasional (DKN) Garda Bangsa, Bidang Otonomi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, Ahmad Yani Budi Santoso menyebutkan, Pemuda Indonesia berperan penting dalam kemajuan sebuah bangsa.

“Pemuda sangat penting dalam pembangunan desa. Pemuda desa sebagai agen of change di desa yang diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Sekretaris DKN Garda Bangsa, Bidang Otonomi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, Ahmad Yani BS yang dikutip media ini, pada Selasa (20/4/2021).

Menurut dia, pemerintah desa diharapkan mampu memahami pentingnya peran pemuda dalam pembangunan desa. Pria kelahiran Malang, 2 Juli 1985 itu mencontohkan, salah satunya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ponggok yang mampu menghasilkan dana sebanyak Rp10 Miliar setiap tahunnya dan angka ini terus merangkak naik. Dana itu belum termasuk tunjangan dana desa dari pemerintah pusat.

Baca Juga : Konsep Baru Demokrasi di Desa Dalam Rangka Reorientasi Arah Baru Pembangunan Desa

“Dana yang sedemikian besar dikembangkan kembali dalam program pembangunan desa, mulai dari pembangunan infrastuktur fisik dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu program desa adalah satu rumah satu sarjana. Program ini membuat saya tertegun. Itu artinya perangkat desa memahami betapa pentingnya peran pemuda dalam pembangunan desa,” kata Ahmad Yani.

Ia mengatakan, hal ini juga sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa, bahwa Karang Taruna bertugas membantu Kepala Desa dalam menanggulangi masalah kesejahteraan sosial dan pengembangan Generasi Muda.

“Setidaknya ada dua peran penting millenial dalam membangun desa. Pertama, peran dalam menginisiasi, menggali, serta mengembangkan potensi desa. Dalam hal ini pemuda Ponggok mampu menggali potensi Umbul Ponggok untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk desa,” tandasnya.

Masih menurut Ahmad Yani, yang kedua yakni peran pemuda dalam sistem komunikasi dan jaringan kelompok pemuda. Pembuatan portal resmi desa serta baliho sebagai media informasi pengeluaran dana desa merupakan salah satu contoh pengoptimalan sistem komunikasi dan jaringan untuk mengawal transparansi desa.

Baca Juga : Ketum SDN Nilai, Capaian Kinerja Mendes PDTT Sangat Baik

“Kita sering melihat masih banyak terjadi ketimpangan dan kesenjangan di desa. dengan adanya Dana Desa, ADD, PADes dan sumber dana lainnya. Ini diharapkan desa mampu mengalokasikan dan mendistribusikan anggaran secara adil dan merata kepada masyarakat desa baik dalam bentuk penyelenggaraan pemerintahan (pelayanan), pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, maupun pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

“Sehingga jargon “No One Left Behind” benar-benar terasa di masyarakat, dimana tidak ada satupun masyarakat yang tidak merasakan dampak dari Dana Desa Dalam konteks SDGs “No One Left Behind” menunjuk pada kewajiban desa untuk memastikan bahwa tak ada satupun warganya yang tertinggal, terlupakan atau terpinggirkan dari hak-haknya sebagai warga desa,” sambung Ahmad.

Ia mengatakan, No One Left Behind adalah satu konsep dalam pembangunan tidak boleh ada yang terlewatkan, semuanya harus tertangani dan tercover dengan kebijakan pembangunan yang dibangun.  Seperti kata Gus AMI (Ketua Umum PKB) dalam bukunya yang berjudul “Negara dan Politik Kesejahteraan” mengatakan: “Demokrasi bukan sekedar “equal opportunities” tetapi juga harus berkaitan dengan alokasi dan distribusi ekonomi secara adil,”.

“Artinya demokrasi harus berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan kesejahteraan. Disitulah demokrasi akan memiliki makna kemanusiaan,” dikutip dari buku tersebut. [ ]