Krisis Iklim Berdampak Pada Sistem Politik Indonesia

ceritawarga.com

CERITAWARGA.com, JAKARTA | Krisis iklim bersamaan dengan pandemic Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang terjadi saat ini, selain berdampak pada ekonomi, juga akan berimplikasi pada sistem politik di Indonesia.

“Pada tahun 2020, kenaikan suhu permukaann bumi mencapai 1,20 Celsius, dan diperkirakan sebelum 2025 berpotensi mencapai 1,50 Celsius yang sebenarnya merupakan batas yang tidak boleh ditembus,” kata Mahawan Karuniasa, pendiri dan direktur Environment Institute dalam webinar Green Economy yang diselenggarakan oleh Radesa Institute, pada Kamis (29/4/2021).

Baca Juga : Wamen LHK: Berwisata Alam, Solusi Sehatkan Jiwa Raga

Mahawan juga menyampaikan pesan, bahwa saat ini sudah mulai terlihat bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, namun juga membeikan manfaat politik.

“Transisi politik hijau ini perlu dimanfaatkan oleh para politisi maupun anggota legislatif di pusat dan di daerah,” katanya.

Baca Juga : Dukung Usaha Budidaya Bambu, Wamen LHK Kunjungi Agroforestri Hutan Bambu di NTT

Menurut dia, bila tidak dimanfaatkan, maka akan mengalami kerugian politik.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar pada pembukaan webinar Green Economy menyatakan, bawa sudah saatnya terjadi perubahan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat, yaitu dengan menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

Baca Juga : Menteri Siti Nurbaya: Pemerintah Dukung Langkah dan Kiprah Profesi Insinyur Indonesia

“Peran legislatif, baik pusat dan daerah sangat penting dalam proses transisi ini,” sebut Muhaimin Iskandar. [ ]