Kepala SMPIT Azkiya Bireuen Lulus Program Sekolah Penggerak, Ini Harapannya untuk Pendidikan

ceritawarga.com
Kredit Foto : Kepala SMPIT Azkiya Bireuen, Ratna Chairani Ulfa. [Foto/Ist]

CERITAWARGA.com,, BIREUEN  | Kepala SMPIT Azkiya Bireuen, Ratna Chairani Ulfa, lulus pada Program Sekolah Penggerak yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini sendiri diikuti oleh ratusan sekolah yang ada di Indonesia.

Selain Ratna, ada lima Kepala Sekolah lainnya dari Kabupaten Bireuen yang lulus pada program ini. Sedang di Aceh sendiri, secara keseluruhan terdapat 14 Kepala Sekolah yang lulus tersebar di beberapa kabupaten/kota se Aceh.

Informasi kelulusan ini diperoleh dari lampiran III Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Penggerak.

Baca Juga : 70 Siswa SDIT Azkiya Bireuen Kunjungi Museum Samudra Pasai

Atas kelulusan ini, Ratna mengaku sangat bersyukur, karena ini amanah yang sangat luar biasa dititip padanya. Bahkan ia berharap, dapat bersinergi membangun mutu dan kualitas pendidikan menuju arah yang lebih baik lagi.

“Harapan saya, cuma bisa mensinergikan mutu dan kualitas pendidikan yang lebih baik lagi di Kabupaten Bireuen khususnya, dan bisa saling berpegangan tangan antar sekolah untuk bisa mendidik generasi bangsa yang berkualitas,” harapnya.

Ratna menjelaskan, program sekolah penggerak merupakan upaya mewujudkan visi Pendidikan dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Baca Juga : Muhammad Andrea, Anak Berkebutuhan Khusus Yang Bersekolah di SD

“Program sekolah penggerak adalah penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya yang akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju,” pungkas Ratna.

Dikutip dari laman resmi sekolah penggerak, program ini terdiri dari 5 intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan. Pertama, pendampingan konsultatif dan asimetris, yakni rogram kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah.

Kedua, penguatan SDM sekolah, penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.

Berikutnya pembelajaran kompetensi holistik, yakni Pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas.

Baca Juga : Himasa Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Keempat, perencanaan berbasis data, manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi dirisatuan pendidikan.

Dan kelima, digitalisasi sekolah, penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang customized. [ ]